BerandaSegantang LadaBintanAbaikan Mediasi, Lurah Gunung Lengkuas Sesalkan Sikap PT Askara Global Niaga

Abaikan Mediasi, Lurah Gunung Lengkuas Sesalkan Sikap PT Askara Global Niaga

Bintan (eska) – Konflik antara warga Kampung Wacopek dengan pihak pengelola Hotel Royal Bintan Heritage, PT Askara Global Niaga, kian memanas.

Lurah Gunung Lengkuas, Anggi Gazali, mengaku telah berupaya memediasi permasalahan ini, namun pihak perusahaan dinilai abai dan tidak memberikan respons.

Persoalan ini dipicu oleh kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap pekerja lokal, serta minimnya kontribusi perusahaan terhadap lingkungan sekitar.

“Masyarakat bersama perangkat RT dan RW telah mendatangi kantor lurah untuk menyampaikan kekecewaan mereka. Pihak perusahaan dianggap tidak menepati komitmen awal,” ujar Anggi Gazali, Selasa (5/5).

Anggi menjelaskan, warga merasa dibohongi terkait janji perekrutan tenaga kerja lokal. Meski sempat mempekerjakan beberapa warga, perusahaan hanya menempatkan mereka sebagai pekerja kasar.

Ironisnya, para pekerja tersebut dirumahkan sepekan sebelum Hari Raya Idul Fitri tanpa alasan yang jelas.

Menyikapi hal tersebut, warga Kampung Wacopek secara resmi melayangkan surat pernyataan pencabutan dukungan terhadap operasional Hotel Royal Bintan Heritage.

Sebagai pimpinan wilayah, pihak Kelurahan Gunung Lengkuas menegaskan tetap bersikap netral. Namun, upaya untuk mempertemukan kedua belah pihak hingga saat ini menemui jalan buntu karena pihak perusahaan, termasuk pimpinan PT Askara Global Niaga di Batam, tidak merespons undangan mediasi.

“Kami sudah berupaya memfasilitasi pertemuan agar masalah ini bisa diselesaikan secara baik. Namun, pihak perusahaan sama sekali tidak memberikan respons,” ungkap Anggi.

Akibat tidak adanya iktikad baik dari perusahaan, Anggi akhirnya menandatangani surat pernyataan pencabutan dukungan warga tersebut.

Ia menegaskan, tanda tangan tersebut merupakan bentuk pengesahan administratif bahwa dirinya mengetahui adanya aspirasi warga di wilayahnya.

“Saya menandatangani surat itu bukan untuk memihak, melainkan sebagai bentuk pengakuan bahwa masalah ini memang terjadi di wilayah kerja saya,” pungkasnya. (Yli)

Baca Juga:  Bantah Penyebab Kelangkaan, Japfa Prioritaskan Suplai Ayam di Pulau Bintan
RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments