BINTAN (eska) – Aktivitas pelayaran di wilayah Selat Malaka dan Selat Singapura terpantau tetap normal. Kawasan tersebut merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia yang menjadi perhatian utama pengawasan maritim.
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Bintan, Letkol Laut (P) Wityuda Timortimur, menyampaikan bahwa TNI Angkatan Laut terus memantau kepadatan lalu lintas kapal di kedua selat tersebut melalui sistem pemantauan terintegrasi.
Menurutnya, seluruh data pelayaran dikumpulkan melalui pusat komando yang bekerja sama dengan berbagai unsur pengawasan.
“Kepadatan lalu lintas di Selat Singapura dan Selat Malaka terus kami pantau. Kami didukung beberapa titik radar yang tersebar di wilayah pesisir, terutama di titik-titik krusial kedua selat tersebut,” jelas Wityuda, Jumat (13/03).
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan indikasi pergerakan alat utama sistem persenjataan (alutsista) negara tertentu yang melintas untuk keperluan konflik Internasional.
“Sejauh ini pergerakan masih dalam batas normal. Tidak ada pergerakan alutsista milik Amerika maupun sekutunya yang melewati Selat Singapura atau Selat Malaka yang terindikasi terlibat dalam konflik dengan Iran,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wityuda menyebutkan bahwa aktivitas logistik dan pelayaran komersial berlangsung seperti biasa tanpa ada gangguan signifikan.
“Kegiatan pelayaran masih terpantau normal. Tidak ada perlambatan maupun lonjakan volume yang drastis; pergerakan kapal dari satu titik ke titik lainnya berjalan rutin sebagaimana mestinya,” pungkasnya. (Yli)



Recent Comments