BINTAN (eska) – Seorang nelayan asal Kampung Panglong, Desa Berakit, bernama Top (50), dilaporkan hilang saat sedang mencari ketam di perairan Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Fazzli, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan kehilangan tersebut dari BPBD Bintan pada Rabu (7/1/2026) siang.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 11.30 WIB dan langsung menindaklanjutinya dengan menerjunkan tim ke lokasi,” jelas Fazzli.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, korban berangkat melaut menggunakan sampan pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, memanfaatkan kondisi air yang mulai surut. Namun, hingga malam hari, korban tidak kunjung kembali ke rumah.
Warga setempat sempat berupaya melakukan pencarian mandiri. Namun, mereka hanya berhasil menemukan sampan dan alat tangkap milik korban terdampar di tepi pantai, sementara keberadaan korban masih misterius.
Menanggapi situasi tersebut, Basarnas Tanjungpinang mengerahkan satu tim rescue beranggotakan sembilan personel menggunakan Rescue Car Type II pada pukul 11.50 WIB.
“Fokus pencarian berada pada koordinat 01^\circ 11′ 57.94”\text{N } 104^\circ 33′ 1.23”\text{E}, dengan jarak tempuh sekitar 58 KM dari kantor SAR,” tambah Fazzli.
Operasi SAR hari pertama ini melibatkan sinergi berbagai unsur, mulai dari Satpolair Polres Bintan, Pos AL Bintan, BPBD Bintan, hingga bantuan masyarakat dan nelayan setempat.
“Tim gabungan terus berkoordinasi di lapangan untuk menyusun rencana penyisiran area perairan dengan mempertimbangkan arah arus dan kecepatan angin,” pungkasnya. (Yli)



Recent Comments