BerandaSegantang LadaBintanKecewa PHK Sepihak, PT AGN Kehilangan Dukungan Warga di Sekitar Hotel Royal...

Kecewa PHK Sepihak, PT AGN Kehilangan Dukungan Warga di Sekitar Hotel Royal Bintan

Bintan (eska) – Warga RT 004 dan RT 006 di lingkungan RW 05, Kampung Baru Licin, sepakat mencabut dukungan mereka terhadap PT Askara Global Niaga (AGN), pemilik Hotel Royal Bintan Heritage.

Keputusan ini diambil lantaran pihak perusahaan dinilai telah mengingkari komitmen yang pernah dijanjikan kepada masyarakat setempat.

Perwakilan warga, Andi, mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap manajemen PT AGN. Menurutnya, perusahaan tidak pernah merealisasikan kesepakatan yang dibuat saat awal pengalihan manajemen hotel.

“Kami sangat kecewa dan telah sepakat mencabut dukungan terhadap segala bentuk usaha yang dilakukan perusahaan per hari ini, Jumat (24/4),” ujar Andi.

Andi mengenang masa saat kawasan tersebut masih berada di bawah naungan PT SUN Resort (Hotel S) yang dipimpin mendiang Pak Sukardi.

Kala itu, warga lokal dilibatkan secara aktif, mulai dari sektor konstruksi hingga staf keamanan. Tercatat, sekitar 80–90 persen karyawan merupakan warga tempatan yang juga rutin menerima bantuan sosial tahunan.

Namun, kondisi berubah drastis setelah Hotel S diambil alih oleh PT Askara Global Niaga pada tahun 2025. Perwakilan perusahaan bernama Arifin sempat mengumpulkan warga untuk meminta dukungan perizinan dan peningkatan hak atas tanah ke ATR/BPN Bintan.

Sebagai imbal balik, perusahaan berjanji akan memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal.

“Awalnya perusahaan menjanjikan kesejahteraan warga dan perekrutan tenaga kerja tempatan. Atas dasar komitmen itulah, kami memberikan dukungan penuh demi kemajuan hotel,” jelas Andi.

Sayangnya, komitmen tersebut layu sebelum berkembang. Alih-alih memberdayakan warga sekitar, pihak hotel justru mendatangkan pekerja dari luar daerah, sementara warga lokal hanya menjadi penonton.

Sempat muncul harapan pada Januari 2026 ketika PT AGN mempekerjakan sekitar 10 warga setempat. Namun, mereka hanya ditempatkan sebagai pekerja kasar.

Baca Juga:  Catat! Ini Rute Pengalihan Arus Jalan Menuju Simpang Lagoi Selama Empat Bulan

Ironisnya, seminggu menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, para pekerja lokal tersebut justru terkena PHK sepihak tanpa kompensasi apa pun.

Kekecewaan warga sebenarnya telah coba dimediasi. Perwakilan masyarakat sempat mendatangi Kantor Lurah Gunung Lengkuas untuk menyampaikan aspirasi demi menghindari kericuhan di lokasi hotel.

“Kami sudah sampaikan keluh kesah ke Pak Lurah. Beliau juga sudah berupaya menjembatani pertemuan dengan perusahaan, namun tetap tidak ada respons dari pihak manajemen,” keluh Andi.

Karena tidak adanya iktikad baik dari perusahaan untuk merespons kegelisahan warga, masyarakat di dua RT tersebut kini telah bulat menyatakan sikap.

“Kami sepakat mencabut dukungan total terhadap perusahaan dan hotel tersebut. Apalagi ada pemecatan warga tanpa kompensasi, ini benar-benar menyakitkan bagi kami,” pungkasnya. (Yli)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments