Tanjungpinang (eska) — Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Misni menegaskan, pemerintah daerah menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi wilayah.
Misni menilai, Kepri memiliki posisi geografis yang sangat strategis. Wilayah ini berada di jalur pelayaran internasional dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara ASEAN.
Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Kepri untuk mengembangkan pariwisata berbasis kemaritiman, sejarah, budaya Melayu, serta industri kreatif yang memikat para wisatawan.
Meski demikian, pemerintah daerah masih memerlukan berbagai langkah berkelanjutan. Langkah nyata tersebut meliputi peningkatan kualitas destinasi, penguatan amenitas, aksesibilitas, serta penataan ruang publik.
Misni menyampaikan hal itu di sela penandatanganan kerja sama pinjam pakai lahan Kawasan Gurindam 12 antara Pemprov Kepri dan Kemenpar RI, Jumat, 19 Juni 2026.
“Pemerintah daerah terus menjalankan program prioritas demi mendongkrak pariwisata,” ujarnya.
Adapun program tersebut mencakup pembangunan infrastruktur pendukung, penyelenggaraan festival internasional, hingga digitalisasi promosi.
Selain itu, Pemprov Kepri terus mendorong penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas, termasuk memperluas kolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.
Upaya tersebut membuahkan tren positif. Pada April 2026, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri mencapai 147.053 kunjungan, naik 15,94 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Secara kumulatif sepanjang Januari hingga April 2026, kunjungan turis asing menyentuh angka 626.278. Angka performa ini tumbuh sebesar 12,93 persen secara tahunan.
“Data ini membuktikan pariwisata menjadi instrumen penting. Sektor ini mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” pungkas Misni. (mff)



Recent Comments