Tanjungpinang (eska) – Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza menghadiri penutupan festival Penyengat Heritage 2026 di Halaman Balai Adat Pulau Penyengat, Sabtu, 20 Juni 2026.
Panitia mengusung tema Regenerative Lifestyle Tourism dalam festival budaya tiga hari tersebut. Acara ini menampilkan perlombaan tradisional, bazar kuliner, hingga aksi pelestarian lingkungan.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengapresiasi panitia, masyarakat Pulau Penyengat, komunitas adat, serta aparat keamanan yang telah menyukseskan pelaksanaan agenda tahunan ini.
Ansar meminta pemangku kepentingan mempertahankan Penyengat Heritage. Agenda ini menjadi benteng pelestarian budaya sekaligus ruang mewariskan nilai sejarah kepada generasi muda.
“Kita akan terus menata dan mengembangkan Pulau Penyengat sebagai kawasan cagar budaya nasional yang berdaya tarik global,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wawako Ariza mendampingi Gubernur Ansar, meninjau sejumlah rangkaian acara, seperti Festival Jong, Festival Gasing, dan Monumen Tugu Bahasa.
Ariza menilai Penyengat Heritage memperkuat identitas Melayu. Festival ini memperkenalkan kekayaan sejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat Tanjungpinang dan Kepulauan Riau.
“Partisipasi aktif masyarakat menunjukkan kepedulian tinggi terhadap adat dan budaya” imbuhnya.
Ia berharap kolaborasi berkelanjutan ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar serta memperluas promosi Pulau Penyengat sebagai pusat warisan budaya Melayu.
Pada puncak acara, panitia membagikan hadiah pemenang Festival Jong dan Gasing Internasional. Mereka juga menyerahkan bibit mangrove untuk mendukung pelestarian lingkungan setempat. (mff)



Recent Comments