BerandaDaerahPolisi: Hasil Autopsi Bocah yang Meninggal di Puskesmas Sei Jang Ada Riwayat...

Polisi: Hasil Autopsi Bocah yang Meninggal di Puskesmas Sei Jang Ada Riwayat Jantung

Tanjungpinang (eska) – Hasil autopsi terhadap jenazah Bocah 13 Tahun yang meninggal di Puskesmas Sei Jang, Tanjungpinang terdapat riwayat penyakit organ dalam.

Hal tersebut disampaikan oleh, Kepala Seksi Dokter Kesehatan (Kasi Dokkes) Polresta Tanjungpinang, Iptu Jefri Saragih, di Tanjungpinang, Rabu (10/7/24).

Ia mengungkapkan, usai melakukan autopsi terhadap korban di RSUD Raja Ahmad Tabib kurang lebih 4 hingga 5 jam di ruangan jenazah, pihaknya menemukan pembengkakan di bagian organ dalam korban.

“Kami menemukan adanya pembengkakan di bagian jantung, hati dan limpa,” ujarnya.

Selain itu, Iptu Saragih juga menemukan bahwa D memiliki riwayat penyakit sebelumnya, yakni jantung dan ginjal.

“Saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, terkait obat apa yang di minumnya itu akan kita bawa sampelnya ke Laboratorium di Bogor untuk pemeriksaan,” jelasnya.

Sebelumnya, salah seorang bocah berinisial D (13) meninggal dunia, setelah pulang berobat dari Puskesmas Sei Jang, Selasa (9/7/2024) kemarin.

Kepala UPTD Puskesmas Sei Jang, Faisal menyampaikan, D bersama orang tuanya datang ke Puskesmas, untuk berobat karena dirinya mengeluh perutnya terasa sakit.

“Dokter kami sudah melakukan pemeriksaan kemudian memberi obat, setelah itu dia diizinkan pulang,” sebutnya kepada hariankepri.com, Rabu (10/7/2024).

Ia mengatakan, beberapa saat usai D pulang ke rumahnya, D langsung memuntahkan obatnya dan kemudian mulut serta hidungnya mengeluarkan busa.

“Kemudian petugas kita menjemput D di rumahnya untuk dibawa ke IGD. Ketika sedang menuju ke ruangan, D kembali muntah dan mengeluarkan busa bercampur darah dari mulutnya,” ungkapnya.

Usai hal tersebut terjadi sambungnya, pihaknya langsung bergegas untuk memberikan pertolongan terhadap D saat itu juga. “Namun nyawa D tidak bisa diselamatkan lagi,” ucapnya.

Menurutnya, obat yang diberikan oleh dokter terhadap D, sudah sesuai dengan takaran yang dikhususkan untuk anak di bawah umur.

“Obatnya itu steril, dokter juga sudah berusaha melakukan yang terbaik. Untuk penyebabnya saya masih belum bisa sebutkan,” tungkasnya. (Lam)

Must Read

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini