Tanjungpinang (Eska) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tanjungpinang menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan bersama masyarakat Pulau Penyengat, Jumat (27/02/2026).
Mengusung tema penguatan pengawasan partisipatif demi pemilu inklusif, agenda ini memanfaatkan momentum Ramadan untuk menyentuh ruang sosial masyarakat secara lebih humanis.
Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa Pulau Penyengat dipilih untuk mengaktifkan kembali “Kampung Pengawasan” yang telah terbentuk sebelumnya. Ia menegaskan, integritas pemilu bukan hanya beban penyelenggara, melainkan tanggung jawab bersama.
“Kami ingin membangkitkan kembali semangat pengawasan partisipatif. Dengan keterlibatan publik, kualitas demokrasi akan jauh lebih terjaga,” ujar Yusuf.
Senada dengan itu, Koordinator Divisi HP2H, Rapida, menambahkan bahwa konsep Ngabuburit Pengawasan sengaja dikemas berbeda.
Selain diskusi interaktif, pihaknya membagikan brosur edukasi mengenai pemutakhiran data pemilih serta takjil untuk berbuka puasa.
“Pendekatan dialogis ini bertujuan agar aspirasi warga dapat terserap secara langsung,” ungkap Rapida.
Dari sisi penegakan, Koordinator Divisi PPPS, Hendri Safutra, menekankan pentingnya keberanian warga dalam melaporkan dugaan pelanggaran.
Menurutnya, pemahaman mengenai mekanisme pelaporan harus dimiliki masyarakat agar hak pilih tetap terlindungi oleh data yang akurat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap muncul kesadaran kolektif untuk menjaga integritas demokrasi, sehingga Pemilu di Tanjungpinang berjalan inklusif, adil, dan bermartabat,” tutupnya. (Red)



Recent Comments