BINTAN (eska) – Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Bintan mengalami lonjakan drastis.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan mencatat sebanyak 72 titik api muncul hanya dalam kurun waktu sepekan terakhir.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif menjaga lingkungan guna menekan angka kebakaran yang terus meluas.
“Kami meminta semua pihak, termasuk warga, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kesadaran masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif,” ujar Roby, Kamis (29/01/2026).
Berdasarkan data BPBD, wilayah Kecamatan Gunung Kijang dan Toapaya menjadi daerah yang paling mendominasi titik api. Kondisi ini diperparah oleh faktor cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bintan saat ini.
Kepala BPBD Bintan, Ramlah, menjelaskan bahwa kombinasi antara suhu panas dan angin kencang membuat kobaran api sangat cepat merambat ke lahan di sekitarnya.
“Kami memohon kerja sama masyarakat. Selain tidak membakar lahan, jangan membuang puntung rokok sembarangan karena dampaknya bisa fatal dalam kondisi cuaca seperti ini,” terang Ramlah.
Dampak Karhutla bahkan mulai mengganggu aktivitas transportasi. Di Jalan Raya Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, kebakaran lahan sempat memicu kabut asap tebal yang menyelimuti badan jalan hingga menutupi jarak pandang pengendara.
“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan. Sekecil apa pun peran masyarakat dalam memberikan informasi dan pencegahan sangatlah membantu petugas di lapangan,” pungkasnya. (Yli)



Recent Comments