BATAM (eska) – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, melakukan penanaman perdana bibit cabai merah dan cabai hijau di kawasan Pantai Halona, Galang Baru, Batam, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kepri ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Dalam sambutannya, Wagub Nyanyang mengapresiasi HKTI atas kontribusinya dalam transformasi pertanian modern. Ia menegaskan bahwa Pemprov Kepri berkomitmen penuh mendukung kesejahteraan petani agar lebih mandiri dan berdaya saing.
“Petani memiliki peran vital dalam pertumbuhan ekonomi. Sektor ini adalah kunci kemandirian dan kecukupan pangan masyarakat kita,” ujar Nyanyang.
Nyanyang memaparkan data krusial berdasarkan Laporan Akhir Neraca Bahan Makanan Tahun 2025. Saat ini, Kepri masih mengalami defisit pasokan cabai yang cukup signifikan.
Produksi lokal cabai besar hanya mencapai 4.508 ton per tahun, sementara kebutuhan masyarakat menyentuh angka 12.074 ton. Artinya, produksi lokal baru mampu memenuhi sekitar 37,38 persen kebutuhan pasar.
Kondisi serupa terjadi pada cabai rawit. Dari kebutuhan 7.236 ton per tahun, petani lokal baru bisa menyuplai 1.488 ton atau hanya sekitar 19,34 persen.
“Kesenjangan ini adalah tantangan sekaligus peluang besar bagi kita untuk terus mengembangkan sektor pertanian di Kepri,” jelasnya.
Menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan, Nyanyang mendorong penerapan solusi adaptif seperti mekanisasi, digitalisasi pertanian, hingga pengembangan urban farming.
Ia menambahkan, Pemprov Kepri terus mengucurkan dukungan melalui program pengembangan lahan kering dan diversifikasi tanaman secara berkelanjutan.
“Semoga penanaman perdana ini membuahkan hasil melimpah dan menjadi pemantik semangat bagi seluruh anggota HKTI untuk terus berinovasi,” pungkasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (KP2KH) Kepri, jajaran pengurus DPD HKTI Kepri, serta tokoh masyarakat setempat. (Lam)



Recent Comments