BINTAN (eska) — Pendamping Sosial Anak dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial (Kemensos) RI menggelar sosialisasi bertajuk “Peksos Goes To School 2026” di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Berakit, Senin (6/4).
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa berjumlah 35 orang ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dini mengenai pencegahan tindak kekerasan terhadap anak, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Pendamping Sosial Anak Kemensos RI, Ike Monika, menjelaskan bahwa sosialisasi ini sangat krusial mengingat maraknya kasus kekerasan seksual yang melibatkan anak, baik sebagai korban maupun anak yang berhadapan dengan hukum (pelaku).
“Saat ini kita perlu membangun pendidikan yang ramah anak. Tidak hanya bebas dari kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan verbal, psikis, maupun seksual. Hal ini tidak hanya berlaku di sekolah, melainkan juga di lingkungan masyarakat,” ujar Ike.
Menurutnya, sekolah harus menjadi sarana komunikasi yang aman bagi anak untuk melaporkan hal-hal yang melanggar hukum.
Selain itu, poin penting lainnya dalam kegiatan ini adalah mengajarkan siswa untuk menghargai dan mencintai diri sendiri sejak dini.
“Kita perlu mengajarkan betapa pentingnya anak-anak mencintai diri sendiri. Dengan begitu, mereka akan lebih sadar untuk menjaga diri dari pengaruh negatif,” tambahnya.
Ike berharap kedepannya semakin banyak pihak yang terlibat dalam kegiatan serupa.
Tujuannya agar anak-anak di Provinsi Kepulauan Riau semakin memahami Undang-Undang Perlindungan Anak sehingga mereka mampu melindungi diri sendiri dan terhindar dari risiko menjadi korban atau pelaku kejahatan.
Gayung bersambut, Kepala Sekolah MTs Berakit, Riany, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat membantu pihak sekolah dalam memberikan edukasi yang komprehensif kepada siswa.
“Kegiatan ini sangat membantu tenaga pendidik dalam menyampaikan risiko dan dampak yang ditimbulkan dari tindakan kekerasan seksual kepada para siswa,” ungkap Riany. (Ris)



Recent Comments