TANJUNGPINANG (eska) — Warga Perumahan Citra Pelita (CP) 8 menggelar rapat darurat di Pos Ronda CP 8 pada Kamis malam (16/7/2026).
Pertemuan tersebut dilakukan untuk penolakan terkait rencana pengeboran sumur bor di area yang selama ini berfungsi sebagai fasilitas umum (fasum) taman bermain anak-anak.
Bukan tanpa alasan, amarah warga tersulut setelah sebelumnya perwakilan pihak pengembang (developer) memberikan pernyataan mengejutkan.
Pihak developer mengklaim bahwa lahan yang selama ini digunakan sebagai taman bermain bukanlah fasum resmi, melainkan hanya bagian dari strategi pemasaran (marketing) saat awal penjualan rumah untuk menarik minat konsumen.
“Kami merasa dirugikan dan dibohongi. Selama bertahun-tahun informasi yang kami terima lahan itu adalah fasum taman bermain anak-anak. Sekarang justru disebut cuma strategi marketing,” ungkap Ricky salah seorang warga yang hadir dalam rapat tersebut.
Selain masalah status lahan, warga juga keberatan karena pengeboran sumur bor di lokasi tersebut kabarnya dilakukan untuk menyokong kebutuhan air proyek pembangunan ruko baru.
Warga menegaskan bahwa alih fungsi lahan fasum untuk kepentingan komersial lain tidak boleh dilakukan sepihak tanpa dasar hukum yang jelas serta musyawarah bersama warga.
Selain itu, kata Ricky tidak hanya mempertahankan taman bermain, momentum rapat ini juga dimanfaatkan untuk menagih janji lama pihak pengembang.
“Kami menuntut developer segera memenuhi kewajibannya menyediakan Fasilitas Sosial (Fasos), khususnya lahan untuk pembangunan rumah ibadah yang belum pernah terealisasi sejak perumahan tersebut pertama kali dibangun,” terangnya.
Mengantisipasi konflik yang berlarut-larut, saat rapat warga meminta agar tidak ada tindakan sepihak atau perubahan fungsi lahan di area taman bermain sebelum ada kesepakatan bersama yang sah.
“Kami berharap Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melalui instansi terkait dapat segera turun tangan guna memfasilitasi pertemuan mediasi antara warga dan pihak developer, kami menginginkan persoalan ini dapat diselesaikan secara musyawarah mufakat demi melahirkan solusi yang adil bagi seluruh pihak,” tutupnya.
Hingga berita ini diwartakan, seputarkita.co terus melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna kelengkapan berita. (Lam)



Recent Comments