Bintan (eska) – Waduk Sei Jago yang berlokasi di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, diusulkan untuk diserahkan pengelolaannya kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Batam.
Langkah ini bertujuan agar Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dapat segera melakukan perbaikan besar-besaran pada infrastruktur waduk tersebut.
Kepala Cabang PDAM Tirta Kepri Tanjung Uban, Sugito, mengungkapkan bahwa Waduk Sei Jago saat ini mengalami kebocoran.
Kerusakan inilah yang menjadi alasan utama usulan pengalihan aset ke BWS Sumatera IV.
“Pengelolaan operasional Waduk Sei Jago tetap berada di tangan kami. Penyerahan ke BWS hanya bertujuan untuk proses perbaikan karena adanya kebocoran,” jelas Sugito, Jumat (13/02).
Meskipun dalam kondisi rusak, PDAM Tirta Kepri Cabang Tanjung Uban memastikan distribusi air ke konsumen tetap berjalan.
Namun, akibat kebocoran yang berbarengan dengan musim kemarau, durasi suplai terpaksa dikurangi secara signifikan.
“Normalnya suplai air mengalir 24 jam. Namun di masa kemarau ini, kami terpaksa menguranginya menjadi hanya 7 hingga 8 jam per hari,” tambahnya.
Kondisi waduk kian memprihatinkan karena debit air menyusut sekitar 2 cm setiap harinya. Untuk menyiasatinya, PDAM menerapkan sistem giliran.
Penyuplaian di area kota Tanjung Uban dimulai pada pagi hari selama 7-8 jam, kemudian dialihkan ke daerah yang lebih tinggi dengan durasi yang sama.
“Kami bagi secara bergantian agar merata. Khusus untuk daerah dataran tinggi, seperti area Bintang Lima, kami terpaksa menggunakan pompa bantuan,” terang Sugito.
Terkait isu pencemaran air di Waduk Sei Jago, Sugito secara tegas membantahnya. Ia menjelaskan bahwa posisi geografis waduk jauh lebih tinggi dibandingkan permukiman penduduk, sehingga kecil kemungkinan limbah rumah tangga masuk ke area waduk.
“Kualitas air di waduk ini sangat bagus dan kami pastikan tidak tercemar limbah,” tegasnya.
Meskipun jadwal pasti pengerjaan oleh BWS Sumatera IV Batam belum ditentukan, pihak PDAM berharap perbaikan dapat dilakukan secepat mungkin guna menekan penyusutan debit air.
Saat ini, ketersediaan air di Waduk Sei Jago diprediksi masih mencukupi untuk kebutuhan konsumen selama dua bulan ke depan.
“Kami berharap perbaikan segera terealisasi dan hujan segera turun agar debit air kembali stabil dan pelayanan kembali normal,” tutupnya. (Yli)



Recent Comments